Modernis.co, Jakarta – Warga dunia memperingati Hari Kesadaran Duchenne Sedunia setiap tanggal 7 September. Tanggal ini dipilih untuk meningkatkan kesadaran tentang Duchenne Muscular Dystrophy (DMD).
Duchenne Muscular Dystrophy merupakan sebuah penyakit genetik langka yang mempengaruhi otot. DMD punya dampak besar bagi mereka yang mengalaminya.
Seseorang yang menderita penyakit ini akan mengalami kelemahan otot hampir di sekujur tubuh. Otot yang melemah meliputi area kaki, lengan, jantung, dan pernafasan.
Akibatnya penderita DMD akan kesulitan berjalan atau bergerak, sehingga membuat tubuhnya tidak seimbang dan sering jatuh. Mereka juga mengalami komplikasi pernafasan.
Hari Kesadaran Duchenne Sedunia bertujuan meningkatkan kewaspadaan dan sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit DMD. Mari kita kenali lima fakta menarik tentang hari penting ini.
1. Tanggal 7 September Punya Makna Khusus
Pemilihan tanggal 7 September sebagai Hari Kesadaran Duchenne Sedunia bukan tanpa alasan. Angka 7 dan 9 dalam tanggal ini (7/9) melambangkan 79 exon yang ada pada gen DMD.
Gen ini adalah gen terbesar di tubuh manusia. Mutasi pada gen inilah yang menyebabkan penyakit DMD. Tanggal ini menjadi pengingat unik tentang asal-usul penyakit ini di tingkat genetik.
2. Duchenne Paling Sering Menyerang Anak Laki-Laki
DMD adalah penyakit yang utamanya menyerang anak laki-laki. Gen penyebab DMD terletak pada kromosom X. Karena anak laki-laki hanya memiliki satu kromosom X, mutasi pada gen tersebut akan langsung menyebabkan penyakit.
Sementara itu, anak perempuan memiliki dua kromosom X, sehingga kromosom yang sehat bisa mengompensasi mutasi tersebut. Meskipun demikian, ada kasus langka di mana anak perempuan juga bisa mengalami gejala DMD.
3. Gejala Awalnya Sering Terlambat Dikenali
Tanda-tanda awal DMD seringkali luput dari perhatian. Gejala umumnya mulai terlihat antara usia 2 hingga 3 tahun.
Anak-anak yang mengalami DMD mungkin tampak kesulitan berjalan, sering jatuh, atau kesulitan berdiri dari posisi duduk. Mereka juga bisa kesulitan menaiki tangga.
Sayangnya, banyak orang tua dan dokter yang menganggap ini sebagai keterlambatan perkembangan biasa, padahal ini adalah tanda penting.
4. Penyakit Ini Mempengaruhi Otot di Seluruh Tubuh
DMD adalah penyakit progresif, artinya gejalanya akan terus memburuk seiring waktu. Penyakit ini hampir mempengaruhi seluruh otot tubuh.
Dimulai dari otot kaki dan pinggul, lalu menyebar ke otot di bagian atas tubuh, termasuk otot jantung dan pernapasan.

Seiring berjalannya waktu, anak akan kehilangan kemampuan berjalan dan membutuhkan kursi roda. Hal ini membuat perawatan medis menjadi sangat penting untuk menjaga kualitas hidup mereka.
5. Kita Semua Punya Peran untuk Berpartisipasi
Meskipun DMD adalah penyakit langka, kita bisa menunjukkan kepedulian. Hari Kesadaran Duchenne Sedunia adalah kesempatan untuk menyebarkan informasi dan mendukung para penderita serta keluarga mereka.
Kita bisa berpartisipasi dengan menyumbang ke yayasan, menyebarkan informasi di media sosial, atau sekadar memberikan dukungan moral kepada mereka yang terkena dampaknya. Kesadaran dan empati dari masyarakat sangat berarti bagi mereka.
Hari Kesadaran Duchenne Sedunia mengingatkan kita untuk tidak menganggap remeh kesehatan. Mari jadikan hari ini sebagai momentum untuk belajar, peduli, dan menyebarkan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan. (IF)



Kirim Tulisan Lewat Sini